Apa arti status OUT SiCepat Ekspres yang muncul ketika kita tracking nomor resi baik itu layanan HALU atau REG. Berapa lama paket akan sampai di tangan penerima?

Pastinya teman-teman sudah paham betul maksud dari kata OUT. Namun menjadi bingung karena pengiriman SiCepat tidak bergerak dari status OUT bahkan hingga berhari-hari. Mimin akan menjelaskan maksud dan penyebabnya.

Arti Status Out Sicepat Ekspres

Dari bahasa Inggris yang jika diterjemahkan Out = Keluar sedangkan pasangannya IN = Masuk. Dalam kode pengiriman SiCepat Ekspres maksud status Out adalah paket keluar dari gudang sortir/ kantor SiCepat untuk dikirimkan menuju tujuan berikutnya.

Status SiCepat OUT tidak akan berubah sebelum barang sampai di kantor/ gudang tujuan. Inilah mengapa kadang seolah stuck beberapa hari padahal proses pengiriman masih berlansung. Status baru diupdate menjadi IN ketika paket diterima petugas gudang.

Keterangan status OUT selalu bersamaan dengan history “Paket telah keluar dari KOTA [Kantor Cabang]” Sebaliknya status IN muncul dengan “Paket telah di terima di KOTA [Kantor Cabang]”.

Status bergantian IN – OUT (keluar – masuk) hingga paket sampai kantor SiCepat yang paling dekat dengan rumah. Setelah itu status berganti ANT yang artinya kurir mengantarkan paket ke alamat penerima. Jika semua berjalan lancar akan berakhir dengan DELIVERED.

Kenapa Pengiriman Stuck di Status Out Sicepat

Lama tidaknya status OUT tergantung perjalanan ke tujuan pengiriman berikutnya. Biasanya ditentukan oleh jarak antar kantor/ gudang, kendaraan pengiriman (jika lewat Line Haul Darat pasti lebih lambat Line Haul Udara) dan jenis layanan.

Pengiriman yang stuck berhari hari, tidak ada pergerakan bisa disebabkan kendala tertentu. Sebut saja kemacetan, force majeure yang menyebabkan akses tertutup, lockdown dan kendala operasional dari tim SiCepat Ekspres.

Kenapa Pengiriman Stuck di Status Out Sicepat

Contohnya adalah resi di atas pengiriman dari Jakarta ke Banjarmasin. Pembelian barang melalui Shopee yang stuck di OUT tepatnya Paket keluar dari Sidoarjo [Line Haul Darat MP Surabaya] dari tanggal 31 hingga 3 Agustus.

Tidak ada update hingga 3 hari jelas membuat calon penerima khawatir. Penyebabnya adalah pengiriman via Darat dilanjutkan naik kapal melalui Laut yang prosesnya lama. Status memang tidak bergerak namun proses pengiriman tetap berlangsung.

Hal semacam ini wajar banget apalagi untuk layanan HALU ataupun REG. Barang sampai di tanggal 4 Agustus yang berarti pengiriman membutuhkan 6 hari saja. Ini lebih cepat dari waktu estimasi pengiriman HALU di aplikasi Shopee yang diperkirakan 9 hari.

Perlu diingat bahwa pengiriman SiCepat termurah yang ada di Marketplace itu HALU (Harga mulAi Lima ribU). Peraturan sama baik itu Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Waktu pengiriman kadang secepat layanan Reguler namun kadang super lambat.

Stuck di status OUT paling sering terjadi melalui layanan SiCepat HALU terutama pengiriman antar pulau. Layanan ini biasanya melalui Line Haul Darat dan jarang lewat jalur Udara yang cepat.

Dari pengalaman netizen di atas, kita sebenarnya tidak perlu khawatir berlebihan. Komplain ke Customer Service pun percuma jika masih di bawah estimasi. Jawaban dari mereka kurang lebih seperti ini “paket masih dalam proses pengiriman dan dimohon menunggu hingga batas estimasi”.

Jika lebih dari tanggal estimasi segera hubungi CS untuk dibuatkan laporan ke tim terkait agar dimaksimalkan proses pengantarannya. Bisa melalui Call Center 021-5020-0050, WA : 0813-1920-0030 atau email customer.care@sicepat.com. Alternatif lain lewat akun Sosial Media Twitter, Instagram dan Facebook.

Kesimpulan

Maksud dari status Out SiCepat adalah paket keluar dari gudang/ kantor untuk dikirimkan ke tujuan selanjutnya. Setelah itu berganti ke status IN dimana paket telah diterima oleh petugas di gudang untuk disortir sebelum dikirimkan ke area pengantaran selanjutnya.

Status OUT yang tidak berubah disebabkan waktu perjalanan yang lama. Tidak perlu khawatir walaupun status tracking stuck tapi proses pengiriman tetap berlangsung.

Lama tidaknya ditentukan jarak antara gudang, model transportasi (darat/ udara) dan jenis layanan. Kadang ada juga masalah lain seperti force majeure, bencana alam, lockdown, dan kendala operasional dari tim Si Cepat Ekspres.